JENIS-JENIS PENGANGGURAN
A. JENIS PENGANGGURAN BERDASARKAN PENYEBABNYA
1. Pengangguran struktural
2. Pengangguran friksional
Pengangguran jenis ini merupakan pengangguran yang di mana
seseorang belum bekerja dikarenakan masih kesulitan memperoleh pekerjaan yang
sesuai. Perusahaan melalui seleksi secara ketat untuk menyaring kandidat
pelamar terbaik sesuai dengan kualifikasi mereka. Sehingga pelamar butuh waktu
untuk mendapatkan pekerjaan.
3. Pengangguran terbuka
Jenis pengangguran ini merupakan keadaan di mana seseorang
yang tidak bekerja masih berusaha mencari pekerjaan. Penyebab pengangguran dikarenakan
lowongan kerja tidak sesuai dengan latar belakang dan keterampilan pelamar.
4. Pengangguran terselubung
Jenis pengangguran ini disebabkan oleh produktivitas tenaga
kerja menurun. Mungkin karena tidak ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan
bakat dan kemampuan pekerjaan atau bisa juga karena ketidaksesuaian latar
belakang Pendidikan dengan pekerjaannya.
5. Pengangguran musiman
Jenis pengangguran ini berkaitan dengan ekonomi jangka
pendek, seperti sektor perkebunan. Contohnya seperti petani kebun sedang
menganggur karena menunggu musim panen datang.
6. Pengangguran konjungtural
Pengangguran ini terjadi karena perubahan ekonomi, seperti
negara mengalami resesi ekonomi (kemunduran) atau sedang dalam masa depresi
(kehancuran). Hal ini membuat tidak sedikit perusahaan merugi, sehingga terjadi
Pengurangan Tenaga Kerja secara besar-besaran.
B. JENIS PENGANGGURAN BERDASARKAN POTENSI KERJANYA
1. Setengah penganggur
Orang dikatakan setengah penganggur ketika ia ingin punya jam kerja lebih, namun tidak bisa karena berbagai alasan. Kata Badan Pusat Statistik, batas jam kerja yang dimaksud adalah 35 jam per minggu. Oleh karena itu, orang yang bekerja di bawah jam ini bisa disebut setengah penganggur. Akan tetapi, jika memang orang tersebut tak mau kerja lebih, ia tak bisa disebut setengah penganggur. Agar lebih mudah memahami tipe pengangguran ini, kita ambil contoh kasus si A. Si A adalah pekerja paruh waktu. Ia bekerja selama 20 jam seminggu. Padahal, ia ingin kerja lebih dari itu. Dapat disimpulkan, si A adalah setengah penganggur. Hal ini berbeda dengan si B. Si B juga pekerja paruh waktu. Jam kerjanya hanya 10 jam per minggu. Ia tak ingin mencari kesempatan lebih dari itu. Jadi, si B bukan seorang setengah penganggur. Ia hanya pekerja part–time biasa. Dalam bahasa Inggris, jenis pengangguran ini disebut dengan underemployment.
2. Pengangguran terselubung
Bahasa Inggris pengangguran yang satu ini adalah disguised unemployment. Melansir Investopedia, sejatinya, mereka sedang bekerja. Akan tetapi, ada yang salah dengan produktivitas mereka. Ada dua hal yang mungkin keliru. Pertama, mereka dibiarkan tanpa pekerjaan. Ini membuat mereka tak menghasilkan apa pun. Kedua, mereka justru dipaksa bekerja superkeras. Ini membuat mereka kelelahan dan justru tak produktif. Ini bisa ditandai dengan rasio pekerjaan dan tenaga kerja. Jika keduanya tak seimbang, mungkin, para pekerjanya merupakan pengangguran terselubung.
Komentar
Posting Komentar