MASALAH KETENAGAKERJAAN
1. Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia
Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah yang tentu saja menjadi modal pembangunan jika mampu dikelola dengan baik dan benar. Jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan permasalahan yang cukup berarti, salah satunya adalah yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
2. masalah-masalah ketenagakerjaan di Indonesia:
- Tingkat pengangguran yang tinggi
Pengangguran di Indonesia merupakan masalah yang besar, bahkan tinggi
rendahnya pengangguran suatu negara dapat dijadikan tolok ukur
kemakmuran suatu bangsa. Pengangguran adalah penduduk yang tidak
bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha
baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari
pekerjaan karena sudah diterima bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi
belum mulai bekerja. Pertumbuhan tenaga kerja jika tidak diimbangi
dengan peningkatan jumlah usaha atau lapangan usaha akan meningkatkan
jumlah pengangguran. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan penyerapan
angkatan kerja.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia
bertambah menjadi 6,88 juta orang pada Februari 2020. Angka ini naik
60.000 orang 0,06 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.
- Jumlah angkatan kerja yang tinggi
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar
di dunia. Makin tinggi jumlah penduduk semakin tinggi pula angkatan
kerjanya, jika tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai maka
pengangguran akan bertambah sehingga tingkat kesejahteraan menurun.
Jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang,
naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya
jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun
sebesar 0,15 persen poin.
- Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan
Tingkat pendidikan yang rendah dan ketidak sesuaian keahlian dan
keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang
dibutuhkan perusahaan, memicu rendahnya penyerapan tenga kerja
Indonesia. Sebaliknya, tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan
mempunyai banyak keterampilan dapat mengerjakan lebih banyak pekerjaan. Selain itu juga dapat berwirausaha atau menciptakan lapangan
kerja sendiri.
Beberapa dampak yang disebabkan oleh tingkat pendidikan dan
keterampilan angkatan kerja rendah:
- tingkat pengangguran bertambah naik
- proses produksi barang/jasa terhambat
- tindak kriminalitas naik
- Penyebaran angkatan kerja yang tidak merata
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ±17.000 pulau dengan
kepadatan penduduk yang tidak merata. Sekitar 60% penduduk terpusat di
pulau Jawa. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat tidak merata. Selain itu penyebaran angkatan
kerja juga tidak merata, terlebih mereka yang memiliki latar belakang
pendidikan tinggi akan terfokus pada daerah dengan kepadatan penduduk
tinggi.
- Perlindungan kesejahteraan tenaga kerja yang belum maksimal
Hal ini dapat dilihat dari standar upah yang belum memenuhi kebutuhan
masyarakat, kondisi tepat kerja yang buruk dan ketidakadilan dalam dunia
kerja. Hal ini akan menyebabkan kesejahteraan dan motivasi tenaga kerja
akan menurun. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan
tenaga kerja adalah tingkat ekonomi masyarakat ,stabilitas politik serta
iklim investasi yang akan mempengaruhi terciptanya lapangan kerja baru
dan pasar global yang akan mempertajam persaingan tenaga kerja.
Komentar
Posting Komentar