ANGAKATAN KERJA
1. Pengertian Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas), baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja. Berikut adalah pengertian angkatan kerja menurut beberapa para ahli
- Menurut Sumarsono (2009) Angkatan kerja merupakan bagian penduduk yang bisa dan bersedia untuk melakukan pekerjaan. Dalam hal ini, pengertian angkatan kerja adalah mereka yang mampu secara fisik, jasmani, dan juga kemampuan mental serta secara yuridis bisa dan tidak kehilangan kebebasan dalam memilih dan melakukan pekerjaan yang dilakukan serta bersedia secara aktif atau pasif dalam melakukan dan mencari pekerjaan.
- Angkatan Kerja Menurut BPS (2010) Angkatan kerja merupakan penduduk usia kerja yang bekerja ataupun sedang mencari pekerjaan. Pendekatannya sendiri mencakup angkatan kerja yang secara aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan yang mana di dalam kedua aktivitas tersebut ada dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu, dalam pendekatan ini bisa membedakan antara angkatan kerja yang menjadi dua kelompok bekerja dan sedang mencari pekerjaan.
- Menurut UU No. 2 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 2 Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja atau 15 tahun dan lebih yang bekerja atau memiliki pekerjaan. Dengan kata lain, pengertian angkatan kerja yaitu kelompok penduduk dalam usia kerja yang bekerja ataupun sedang mencari pekerjaan. Dimana angkatan kerja ini juga disebut dengan kelompok usia produktif.
- Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Angkatan kerja adalah setiap orang yang bisa melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang ataupun jasa, baik itu untuk memenuhi kebutuhan sendiri ataupun masyarakat. Pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan mutu tenaga kerja dengan cara membeli masyarakat dengan keterampilan. Sehingga nantinya bisa memasuki lapangan pekerjaan sesuai dengan yang mereka kehendaki.
- Menurut Prof. Soemitro Djojohadikusumo Angkatan kerja adalah sebagian dari jumlah penduduk yang memiliki pekerjaan ataupun yang sedang mencari pekerjaan untuk melakukan pekerjaan yang produktif.
- Menurut Soeroto Angkatan kerja bisa diartikan sebagai bagian dari jumlah penduduk yang berada di dalam usia kerja yang memiliki serta tidak memiliki pekerjaan, namun telah mampu dalam artian sehat secara fisik dan mental serta yuridis tidak kehilangan kebebasan mereka untuk memilih dan juga melakukan pekerjaan tanpa adanya unsur paksaan.
- Menurut Payaman Simanjuntak Angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dan memiliki pekerjaan tertentu dalam sebuah kegiatan ekonomi dan mereka yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan.
Faktor Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Menurut BPS, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau yang seringkali disingkat menjadi TPAK merupakan sebuah persentase dari banyaknya angkatan kerja terhadap jumlah penduduk yang telah berumur 10 tahun ke atas. TPAK sendiri bisa ditunjang oleh beberapa faktor. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
1. Usia Penduduk
Unsur usia yang dimaksud di dalam faktor partisipasi angkatan kerja merupakan secara usia penduduk itu sudah memasuki usia kerja produktif, yakni di usia 15 tahun hingga 65 tahun dan mereka akan disebut sebagai angkatan kerja.
2. Jenis Kelamin
Pembagian angkatan kerja dan bukan angkatan kerja selain bisa dipengaruhi oleh usia, juga bisa dipengaruhi oleh struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin. Semakin banyak komposisi jumlah penduduk laki-laki di dalam sebuah negara, maka akan semakin tinggi juga angkatan kerja yang ada di negara tersebut.
3. Tingkat Pendidikan
Semakin besar jumlah penduduk yang berada di usia produktif, maka akan semakin tinggi juga angkatan kerjanya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan dari penduduk yang ada di suatu negara, maka angkatan kerja di negara tersebut juga akan semakin rendah. Hal tersebut terjadi karena sekarang ini tingkat pendidikan adalah salah satu syarat untuk masuk ke lingkungan kerja. Misalnya saja, ada lowongan pekerjaan yang syaratnya minimal harus S1.
4. Masalah Pemiskinan Angkatan Kerja
Pemiskinan angkatan kerja ini dapat terjadi karena beberapa masalah, diantaranya yaitu:
a. Produktivitas pada Tenaga Kerja
Pemiskinan angkatan kerja ini bisa terjadi saat pertumbuhan ketenagakerjaan tidak disertai dengan peningkatan produktivitas pada tenaga kerja. Kondisi tersebut juga menyebabkan upah pekerja tidak meningkat. Sehingga penghasilan dari angkatan kerja ini tidak mengalami peningkatan sama sekali, sementara di sisi lainnya semua kebutuhan terus meningkat. Pertumbuhan ketenagakerjaan yang berkelanjutan ini hanya bisa terjadi ketika semua sumber pertumbuhan terjadi secara seimbang. Adapun manfaat dari produktivitas tenaga kerja ini hanya akan didapatkan oleh angkatan kerja yang sedang bekerja dengan lapangan pekerjaan yang bersifat terbatas. Kondisi tersebut juga bisa membuat kesenjangan sosial antara angkatan kerja yang terus meningkat.
b. Tidak Menerapkan Teknologi Terkini
Dengan tidak menerapkan teknologi terkini juga bisa membuat angkatan kerja dengan pendidikan dan juga keterampilan terbaru tidak terlalu digunakan. Keterampilan angkatan kerja yang rendah ini akan membuat investasi tidak menghasilkan penggunaan kapasitas fisik yang tidak terlalu baik. Oleh karena itu, sekarang ini banyak perusahaan yang mencari pelamar pekerjaan yang sudah bisa menggunakan berbagai jenis perangkat teknologi masa kini.
c. Kurangnya Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan angkatan kerja juga dapat dilandasi oleh kebijakan pemerintah dalam mengembangkan tenaga kerja yang terampil. Dimana pengembangan angkatan kerja ini juga bisa dilakukan melalui berbagai macam ketersediaan pendidikan yang berkualitas sebagai landasan dalam pelatihan angkatan kerja di masa mendatang. Tak hanya itu saja, pengembangan angkatan kerja juga akan disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan untuk para kebutuhan perusahaan dan juga pasar kerja.Tujuan dari pengembangan angkatan kerja ini adalah untuk membuat tenaga kerja mempunyai kemampuan penyesuaian yang tinggi. Sehingga bisa sejalan dengan perubahan teknologi dan perubahan pasar. Selain itu, pengembangan tenaga kerja juga bertujuan untuk menyiapkan kebutuhan berbagai macam keterampilan yang diperlukan di masa depan.
5. Meningkatnya Jaminan Kesehatan
Dengan adanya peningkatan jaminan kesehatan, maka rata-rata umur penduduk juga akan bertambah. Umur rata-rata akan memperpanjang masa produktif setiap penduduk dalam melakukan setiap pekerjaan. Sehingga akan menambah jumlah angkatan kerja yang tersedia.
6. Peranan Kaum Perempuan dalam Perekonomian
Perempuan yang bekerja dalam urusan rumah tangga tidak dianggap sebagai angkatan kerja. Apabila seorang perempuan memiliki pekerjaan tertentu di luar rumah, maka mereka akan dimasukkan ke dalam anggota angkatan kerja.
Untuk mengetahui perbandingan antara angkatan kerja dan penduduk usia kerja (tingkatan partisipasi angkatan kerja) digunakan rumus berikut:
Adapun untuk mengetahui ketergantungan atau Dependency Rasio (DR) digunakan rumus berikut:

Komentar
Posting Komentar